Contextual Teaching and Learning (CTL)




CTL (Contextual Teaching and Learning)


A.   Pengertian CTL (Contextual Teaching and Learning)
Pengertian Contextual Teaching and Learning (CTL) antara lain :
1.     Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah konsep pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong  siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (Dir.PLP, 2003) 
2.     Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang berusaha mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan kehidupan mereka sehari-hari (Blancard, 2001 dan Johnson, 2002)


Baca Juga :


     Dari pendapat diatas dapat diambil kesimpulan Contextual Teaching and Learning (CTL)  adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong pembelajar membuat hubungan anatara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat 


B.   Contoh kasus CTL :
Salah satu contoh penerapan yang menarik sebagaimana ditulis oleh Kompas Cyber Media (KCM, www.kompas.com/kesehatan/news/0502/21/132131.htm). KCM menuliskan sebuah kegiatan pembelajaran yang dikreasikan oleh Sudarno, Guru Biologi pada SMA YMIK 1, Tebet untuk lomba CitiSuccess Fund 2004.

Sudarno merancang pembelajaran tentang reproduksi sekaligus mencegah penularan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba Sudarno dengan judul: Jangan Buta Hanya Karena Cinta..... Sudarno bukan saja telah membuat judul yang menarik namun proses pembelajarannya juga menarik, terutama bagi pelajar remaja tingkat SMA.

Dalam pembelajarannya Sudarno hanya sekali memberikan ceramah dikelas, selebihnya siswa melakukan aktivitas pembelajarannya sendiri. Pertama, siswa berkunjung ke Rumah Sakit Dharmais untuk mendapatkan informasi tentang HIV/AIDS dan layanan bagi penderitanya.

Setelah itu siswa menonton film dokumenter tentang penyalahgunaan narkoba yang dilanjutkan diskusi dengan psikolog dari Universitas Indonesia. Terakhir siswa menyematkan pita merah pada pengunjung stasiun manggarai dan terminal bus manggarai sekaligus peringatan hari AIDS Sedunia pada tanggal 1 Desember 2004.

    Guru melaksanakan KBM metode diskusi dengan beberapa perbaikan.
1.     Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok, masing-masing 5 orang. Masing-masing anggota kelompok diberi nomor kepala/nomor anggota 1 – 5.
2.     Guru menjelaskan rencana kegiatan yang akan dilakukan siswa, termasuk adanya penilaian proses dan teknik pelaporan hasil diskusi kelompok yang dilakukan dengan cara mengundi nomor kelompok dan nomor anggota yang harus melaporkan hasil diskusi.
3.     Setiap kelompok belajar mendapat tugas berupa lembaran kerja yang berisi contoh kasus yang berkaitan dengan materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat.
4.     Setelah selesai diskusi kelompok, guru mengundi kelompok dan nomor kelompok anggota yang harus tampil menyampaikan hasil diskusi. Kelompok lain yang belum tampil memberikan tanggapan, saran atau pertanyaan.
5.     Pada akhir kegiatan guru memberikan penilaian dan refleksi dengan cara mengemukakan kesan yang diperoleh setelah mengikuti pelajaran.


Dari Berbagai Sumber

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment