14 Standar Ruang Kantor untuk Menciptakan Kantor yang Nyaman bagi Pekerja



standar rusng kantor

Pekerja membutuhkan kenyamanan dalam bekerja.
Oleh karena itu kantor tempatnya bekerja. Harus mampu memberikan kenyamanan.

Dalam menciptakan ruang kantor yang nyaman, membutuhkan standar ruang kantor. 


Tujuan standarisasi tataruang kantor, antara lain :

1)   Agar ruangan yang ada, dimanfaatkan untuk faedah ekonomis yang lebih besar.

2)   Memudahkan pengawasan manajer terhadap para staf yang sedang bekerja

3)   Memudahkan arus komunikasi dan arus kerja

4)   Memberikan kepuasan dan kenyamanan kerja

5)   Menyediakan pelayanan yang dibutuhkan pekerja

6)   Memudahkan pekerja dalam penyimpanan arsip

7)   Memberikan rasa aman dan keleluasaan pribadi

8)   Menjauhkan pekerjaan yang menimbulkan bunyi keras

9)   Menciptakan citra dan kesan yang baik bagi para pelanggan dan tamu perusahaan


Persyaratan atau standar  yang harus dimiliki oleh setiap ruang kantor sudah ada pada tahun 1963.

Pada tahun 1963, Inggris telah menetapkan Undang-Undang Perkantoran (The Office Act)

Yang didalamnya memuat  beberapa persyaratan atau standar, yang harus dimiliki oleh setiap ruang kantor.

Standar ruang kantor menurut Undang-Undang Perkantoran (The Office Act), antara lain :

1.  Kebersihan Ruang Kantor
alat kebersihan kantor
Untuk menciptakan kantor yang bersih
Pemeliharaan kebersihan :
a)   Bangunan
b)   Perlengkapan
c)   Perabotan
Dilakukan secara rutin dan terus menerus.


a)   Apabila lantai ruangan dilapisi karpet, gunakan vaccum cleaner untuk
membersihkannya.
Kalau sudah benar-benar kotor cucilah karpet tersebut.

b)   Walaupun lantai terlihat bersih tetap ada kotoran yang menempel
Oleh karena itu sebelum dan sesudah bekerja usahakan lantai disapu

c)   Setelah selesai bekerja pastikan lantai ruang kerja sudah dipel
Gunakan obat pel yang mengandung antiseptik dan antibakteri

d)   Benda-benda yang ada di meja kerja harus dibersihkan dari debu.
Jangan sampai debu-debu dibiarkan menempel.

e)   Agar kebersihan lingkungan kantor benar-benar tercipta
Sewaktu-waktu perlu diadakan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor


2.  Luas Ruang Kantor 

ruang kantor
Ruang kantor tidak boleh dijejali dan sesak oleh pekerja.
Standar yang diperuntukkan bagi setiap pekerja paling tidak seluas 40 square feet.
Atau setara dengan ukuran 3,7 m2 bagi setiap pekerja.

Ukuran tersebut belum termasuk ukuran untuk  mobiler, perabot dan peralatan kantor lainnya.

Tahun 2010 sebuah studi di Inggris membandingkan tingkat produktivitas
Pekerja yang memiliki ruang kerja sendiri dengan pekerja yang tidak memiliki ruang kerja sendiri.

Hasilnya, pekerja yang memiliki ruang kerja  sendiri dan dapat mengotak-atik ruang kerja tersebut sesuka hati

Memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik hingga 32%, dibandingkan pekerja yang tidak memiliki ruangan kerja sendiri.


3.  Suhu Udara 
udara segar
Pekerja kantor lebih banyak menggunakan pikiran. Oleh karena itu kesegaran udara harus mendapat perhatian
Bila tidak pekerja akan mudah pusing dan produktifitasnya menurun.

Setiap ruang kerja diupayakan secara permanen sirkulasi  udara segar Atau udara yang telah dibersihkan.

Temperatur yang layak untuk  sebuah ruang kerja, minimum 16 derajat  Celcius sampai 22 derajat Celcius


4.  Penerangan Cahaya 
penerangan cahaya kentor
Penerangan cahaya yang baik untuk ruangan kantor, akan menambah efisiensi kerja.

Cahaya yang cukup dan memancar dengan baik, membantu pekerja bekerja lebih cepat dan lebih nyaman, dengan sedikit membuat kesalahan.

Cahaya pada ruangan kantor dapat dilakukan menggunakan cahaya alamai (matahari), maupun menggunakan cahaya buatan (lampu)

Cahaya alami maupun cahaya lampu yang sesuai dengan kebutuhan ruangan kantor

Diupayakan terawat dengan baik.  Jangan sampai ada bola lampu yang dibiarkan mati.


5.  Fasilitas Kesehatan 
toilet dan wastafel kantor
Kantor harus menyediakan toilet dan fasilitas cuci muka/tangan untuk para pekerjanya

Toilet kantor hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini :

a)   Pintu toilet harus bisa dibuka penuh. Tidak terhalang ember atau benda
lain.
Lantainya tidak licin agar penggunanya tidak mudah tergelincir

b)   Toilet memiliki :
1)   Pencahayaan cukup
2)   Ventilasi cukup
3)   Sumber air bersih cukup
4)   Jarak dengan wastafel tidak terlalu dekat.

c)   Sebaiknya hindari menempatkan air dalam bak atau ember. Karena
genangan air ini rentan menimbulkan penyakit.

d)   Gunakan jetspray atau semprotan air
Supaya air hanya keluar saat dibutuhkan dengan jumlah yang pas

e)   Toilet juga harus dilengkapi sabun
Agar setiap pengguna toilet ingat mencuci tangan. Setelah beraktivitas di toilet

f)    Pengguna toilet disarankan membawa tisu sendiri
Karena tidak tahu apakah tisu yang tersedia di dalam, terciprat kencing orang lain atau tidak. Kecuali tempat tisu di dalam toilet didesain tertutup


6.  Air Minum
air minum kantor
 Kantor harus menyediakan air bersih untuk keperluan minum pekerjanya.
 Bisa melalui pipa air minum, atau disediakan tempat  air minum  khusus.

Tersedianya air minum untuk mencegah pekerja mengalamai dehidrasi. Dehidrasi  berpengaruh pada produktivitas.

Dehidrasi menyebabkan:
a)   Kurang focus
b)   Berkurangnya memori jangka pendek
c)   Kepala pusing
d)   Tenggorokan kering
e)   Cepat lelah
f)    Mengantuk.


7.  Tempat Pakaian
tempat pakaian kantor
Kantor harus menyediakan tempat (kapstok) untuk menggantungkan pakaian yang tidak dipakai pekerja ketika bekerja.

Kantor juga menyediakan fasilitas mesin untuk mengeringkan pakaian pekerja yang basah, karena salju atau karena hujan


8.  Tempat Duduk (Kursi)
kursi kantor
Kantor menyediakan kursi yang nyaman untuk keperluan bekerja.
Faktor kenyamanan ketika bekerja sangat penting. Karena dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif.

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika memilih kursi kantor, antara lain :

a)   Tinggi rendah kursi kantor harus bisa diatur dan disesuaikan sedemikian
rupa. Sehingga telapak kaki dapat menapak dengan nyaman di lantai.

b)   Pilih kursi kantor yang sandaran lengannya dapat diatur.
Dengan posisi lengan atas sedekat mungkin dengan badan. Hal ini mengurangi ketegangan pada sendi bahu dan leher.

c)   Pilih sandaran kursi kantor yang dapat mengakomodasi bentuk tulang
punggung. Dan dapat mengikuti bentuk alami tulang punggung.

d)   Pilih kursi kantor yang mempunyai bantalan yang empuk.
Bantalan kursi yang keras akan membuat pinggang menjadi mudah sakit

e)   Pilih kursi kantor yang mempunyai kaki roda.
Desain kursi seperti ini memudahkan untuk bergeser dari tempat satu ke tempat yang lain dalam ruangan yang sama.

f)    Kursi kantor harus cocok dengan meja kerja.
Perhatikan detail meja yang dipakai untuk bekerja, ukur tinggi daun meja dari lantai.

g)   Pilih kursi kantor dengan sandaran yang dapat memanjakan kepala serta leher.
Kursi kantor dengan sandaran kepala akan membantu proses relaksasi leher dan kepala.


9.  Lantai, Gang , dan Tangga
lantai kantor
 Lantai kantor harus dijaga agar orang tidak mudah tergelincir
tangga kantor
 Gang yang terbuka diberi pagar. Tangga diberi pegangan untuk tangan.


10.     Mesin
mesin kantor
Bagian mesin yang berbahaya harus diberi pelindung. Pekerja yang mengoperasikannya  harus cukup terlatih.

Salah satu mesin kantor yang bisa menimbulkan bahaya adalah Paper shredder (penghancur kertas).

Paper shredder  (penghancur kertas) dapat melukai jari atau tangan jika tidak mengerti cara menggunakannya


11.     Beban Berat
beban berat
Pekerja tidak boleh ditugaskan mengangkat, membawa atau memindahkan beban berat yang dapat menimbulkan kecelakaan.

Mengangkatbeban berat bisa menimbulkan tekanan yang berlebihan pada perut.

Perut yang terpapar tekanan secara terus-menerus dan dalam jangka yang panjang. Bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya hernia.


12.     Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
kotak P3K kantor
Dalam ruang kerja harus disediakan kotak/lemari obat untuk pertolongan pertama.


Berdasarkan Permenaker No. PER.15/MEN/VIII/2008, standar isi kotak P3K di tempat kerja adalah sebagai berikut:
1)   Kasa Steril
2)   Perban ( lebar 5 cm )
3)   Perban ( lebar 10 cm)
4)   Plester ( lebar 1.25 cm)
5)   Plester cepat
6)   Kapas
7)   Kain segitiga / mittela
8)   Gunting
9)   Peniti
10)       Sarung tangan sekali pakai
11)       Sarung tangan sekali pakai berpasangan
12)       Masker
13)       Pinset
14)       Lampu senter
15)       Gelas cuci mata
16)       Kantong plastik bersih
17)       Aquades (10 ml larutan saline)
18)       Povidon lodin (60ml)
19)       Alkohol 70%
20)       Buku Panduan P3K di tempat kerja
21)       Buku catatan dan daftar isi kotak P3K

Perlu juga disiapkan seorang pekerja atau perawat yang terlatih. Untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.


13.      Penjagaan Kebakaran
alat pemadam kebakaran
Alat pemadam kebakaran, lonceng (alarm) tanda bahaya kebakaran
Dan sarana untuk mengevakuasi pekerja dari bahaya kebakaran harus disediakan.

Penyebab kebakaran sendiri bermacam-macam dari hubungan pendek arus listrik
Sampai kebakaran karena membuang puntung rokok sembarangan.

Kantor yang memiliki ruang dapur sangat rentan terjadinya kelalaian yang menyebabkan kebakaran.

Maka dari itu kantor adalah tempat yang seharusnya memiliki peralatan alat pemadam api .


1)   Alat pemadam api CO2 (Karbondioksida).
Alat pemadam ini dapat mematikan kelas kebakaran B (Minyak, Bensin, Solar), C (Elpiji, Tiner), D (Magnesium, Misiu), dan E (Dinamo, Motor Listrik).

Karena alat pemadam api ini aman, bersih tidak meninggalkan residu dan ramah lingkungan maka sangat cocok berada di ruang server.

2)   Alat Pemadam Api Dry Chemical Powder
Alat pemadam api ini dapat memadamkan api kelas A (Kain, Kayu, Kertas), B (Minyak, Bensin, Solar), C (Elpiji, Tiner), dan E (Dinamo, Motor Listrik).


14.     Pemberitahuan Kecelakaan

kecelakaan di tempat kerja
Kecelakaan dalam kantor yang menyebakan kematian. Harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Tergelincir serta jatuh merupakan salah satu penyebab yang paling umum dari kecelakaan di kantor.

Berikut ini langkah-langkah dalam menghindari kecelakaan di kantor :

a)   Perhatikan penghalang yang bisa mengakibatkan pekerja tersandung, misalnya kabel. Kabel jangan diletakkan di area yang sering dilewati.

b)   Barang-barang pribadi disimpan di tempat khusus. Di mana tidak akan ada  pekerja lain yang tertimpa.

c)   Bersihkan tumpahan kopi ataupun air dengan cara yang benar.
Pasang barikade serta tanda guna memperingatkan kepada pekerja  untuk tidak melewati area tersebut.

d)   Ketika mengisi lemari file
Jangan mengisi dari atas terlebih dahulu. Sebab lemari tidak seimbang dan akan terjatuh menimpa pekerja.

e)   Pergunakan teknik mengangkat yang aman
Jika tidak dilakukan dengan aman, bisa menyebabkan cedera pada punggung.  
Gunakan kekuatan kaki, bukan kekuatan punggung ketika mengangkat.

f)    untuk mencegah terjadinya luka sayat ataupun luka tusukan
Alat-alat tajam seperti gunting, pisau kertas, dan alat tajam lainnya ditempatkan terpisah

g)   Berhati-hati terhadap bahaya listrik yang bisa mengakibatkan kebakaran.

Perbaiki jika terdapat kabel yang rusak ataupun sobek. Perbaikan listrik dilakukan hanya oleh seorang teknisi yang sesuai.

h)   Pastikan daerah yang ada kabel memadai untuk semua peralatan elektronik seperti komputer, mesin fotokopi dan printer. 

i)     Jangan membebani sirkuit listrik. Pasang breakers untuk mengamankan kelebihan beban

j)     Jika hendak meraih sesuatu yang berada di atas kepala yang susah dijangkau atau diraih. Supaya lebih aman gunakan tangga



Jika ingin membagikan artikel ini, silahkan klik tombol share di bawah ini

3 comments:

  1. Suasana kantor yang nyaman,fasilitas kantor memadai,rekan kerja friendly,bisa membuat kerja jadi lebih bersemangat. Makasih infonya kak....

    ReplyDelete
  2. Suasana kantor yang nyaman,fasilitas kantor memadai,rekan kerja friendly,bisa membuat kerja jadi lebih bersemangat. Makasih infonya kak....

    ReplyDelete