3 Jenis Saham Berdasarkan Karakteristiknya

saham

Banyak yang beranggapan bahwa untuk menjadi seorang investor haruslah orang yang sukses, memiliki banyak uang, dan seolah menjadi pembenaran bahwa untuk menjadi investor maka anda harus kaya terlebih dahulu.

Padahal para ahli investasi terkemuka dunia menyatakan "berinvestasilah dan Anda akan menjadi kaya, bukan sebaliknya."

A.  Pengertian Saham
Saham ialah surat berharga yang menunjukkan bagian atau bukti kepemiilikkan atas suatu perusahaan.

Jika seseorang membeli saham, itu berarti orang itu membeli sebagian kepemilikkan dari perusahaan tersebut.

Orang itupun berhak atas keuntungan dalam bentuk dividen, apabila perusahaan tersebut membukukan keuntungan.

Orang itu pun bisa mendapatkan keuntungan dari naiknya harga saham itu dari waktu ke waktu.

Wujud saham adalah selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan dan menyatakan bahwa pemilik kertas yang namanya tercantum dalam surat tersebut adalah pemilik perusahaan sesuai dengan porsi berapa persen atau berapa banyak penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. 

Jika perusahaan tersebut sehat, maka saham akan punya nilai jual yang tinggi karena bisa menghasilkan laba yang besar.

B.  Jenis Saham
Berikut adalah jenis-jenis saham yang dibagi menjadi tiga berdasarkan karakternya masing-masing :

1.   Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim
a.   Saham Biasa (Common Stocks)
Saham jenis ini mempunyai karakteristik yaitu bisa melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan.

Namun demikian, pemilik atau pemegang saham jenis ini hanya memiliki kewajiban yang terbatas.

Keuntungannya adalah jika terjadi resiko terburuk misalnya perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.

Saham biasa juga mempunyai karakteristik utama sebagai berikut:
1)   Hak suara pemegang saham, bisa memillih dewan komisaris.
2)   Hak didahulukan, jika organisasi penerbit menerbitkan saham baru.
3)   Tanggung jawab terbatas, hanya pada jumlah yang diberikan saja.

b.   Saham Preferen (Preferred Stocks)
Jenis saham ini didesain sebagai gabungan antara obligasi dan saham biasa.

Beberapa investor menyukai jenis saham yang bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi).

Secara umum, karakteristik saham preferen sama halnya dengan saham biasa yang bisa mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut, dan membayar dividen. 

Pemegang saham ini juga bisa melakukan klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa.

Hal ini yang membuat saham ini mirip dengan obligasi, dan banyak diminati investor.

Saham Preferen mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1)   Mempunyai berbagai tingkat, yang bisa diterbitkan dengan karakteristik berbeda.
2)   Tagihan terhadap aktiva serta pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal mengenai pembagian dividen.
3)   Dividen kumulatif, jika belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka bisa dibayarkan pada periode berjalan serta lebih dahulu dari saham biasa
4)   Konvertibilitas, bisa ditukar menjadi saham biasa, jika kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk.


2.   Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya
a.   Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya.

Hal ini bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor lainnya.

Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan memang untuk diperjualbelikan.

Investor tidak perlu khawatir karena secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

b.   Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Kebalikan dari saham atas unjuk, pada saham atas nama pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam kertas saham dan cara peralihannya pun juga harus melalui prosedur tertentu.


a.   Blue Chip Stocks
Jenis saham ini banyak diburu investor karena berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai petinggi di industrinya, dan memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

b.   Income Stocks
Jenis saham ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.

Kemampuan menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersediri bagi investor.

c.   Growth Stocks
Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.

Walaupun bukan sebagai petinggi dalam industri, namun jenis saham ini tetap memiliki ciri growth stock.

Biasanya merupakan saham dari perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan emiten.

d.   Speculative Stocks
Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini.

Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.

e.   Counter Cyclical Stocks
Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.

Ilustrasinya jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi.

Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.


Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai tempat transkasi jual beli dan pendaftaran saham saat ini mempunyai jenis saham baru yang diperdagangkan yaitu ETF (Exchange Trade Fund).

Yang merupakan gabungan reksadana terbuka dengan saham dan pembelian di bursa seperti halnya saham di pasar modal bukan di Manajer Investasi (MI).

Bagi investor yang terbiasa bermain di bursa efek, sistem layanan satu pintu dalam transaksi ETF tentu sangat memudahkan.

ETF dibagi 2, yaitu ETF index dan Close and ETFs. Pada ETF index, investor bisa mengalokasikan dananya dalam sekumpulan portofolio efek yang terdapat pada satu indeks tertentu dengan proporsi yang sama.

Sedangkan pada Close and ETFs, Saham jenis ini diperdagangkan di bursa efek dalam bentuk investasi tertutup dan dikelola secara aktif.




No comments:

Post a Comment